Minggu, 29 Juni 2014

RESEP MASAKAN

NAMA  : SIFA FAUZIAH
KELAS  : 3EA27
NPM      : 16211755
TUGAS  : 5 
 CARA MEMBUAT BOLU KUKUS CAPUCINO & BLACKEN SPICY SEAFOOD



BOLU KUKUS CAPUCINO
4 butir kuning telur
2 butir putih telur
10 gr emulsifier
125 gr tepung terigu
25 gr tepung maizena
100 gr gula pasir
50 gr selai kacang
2 sachet kopi capucinno
1 sachet kopi instant

Hiasan:
Butter cream
Dark cooking chocolate, lelehkan
Praline bentuk biji kopi

Cara Membuat :
Larutkan kopi instan dan kopi cappuccino dengan 100 ml air hangat. Sisihkan.
Kocok kuning telur, putih telur dan gula beserta emulsifier hingga adonan kental dan berwarna keputihan.
Masukkan tepung terigu dan maizena beserta selai kacang, kocok terus sampai rata.
Masukan larutan kopi, aduk rata.
Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dioles dengan margarin.
Kukus selama kurang lebih 25 menit atau hingga matang.
Hias kue dengan butter cream dan cokelat yang sudah dilelehkan. Beri tambahan hiasan cokelat berbentuk biji kopi.


BLACKEN SPICY SEAFOOD

Bahan untuk mashed potato:
1 buah kentang
100 ml milk cream
1 sdm butter
Garam dan merica
5 sdm wortel, haluskan
2 sdm greenpeas kaleng yang sudah di haluskan (diblender)

Bahan untuk Hollandaise Sauce:
2 buah kuning telur
Butter
Garam
Air lemon

Bahan untuk Blueberry Sauce:
1 sdm bawang merah
3 sdm anggur merah
2 sdm buah blueberry
Garam dan merica

Bahan untuk Tomato Sauce:
2 siung bawang putih, cincang halus
Bawang Bombay
Fresh basil
Tomat ceri

3 buah scallop
3 sdm blacken ( campuran dari rempah-rempah : Thymes, Oregano, Basil, Black paper )

1 iris salmon
1 sdm anggur putih
2 tangkai fresh basil
2 lembar bayleaf
3 iris bawang Bombay besar
4 iris jeruk lemon

1 buah lobster

Garnish:
2 buah baby zucchini
6 iris baby wortel
3 batang asparagus
Garam dan merica

Cara membuat :
Kupas dan potong bundar kentang. Rebus lalu hancurkan hingga kentang halus. Masak milk cream dan butter hingga reduce. Masukkan kentang yang sudah dihaluskan, aduk rata. Beri garam dan merica secukupnya. Aduk rata.
Bagi mashed potato menjadi 3 bagian. Beri 1 bagian dengan green peas, 1 bagian lagi dengan wortel dan biarkan satu bagian berperasa asli. Sisihkan.
Siapkan hollandaise sauce dengan mengocok kuning telur dengan cara ditim. Beri butter yang sudah dilelehkan lalu tambahkan garam dan air lemon secukupnya. Masak hingga menjadi emulsi. Sisihkan.
Siapkan blueberry sauce dengan menumis   bawang merah hingga harum. Tambahkan anggur merah dan buah blueberry. Beri garam dan merica secukupnya. Haluskan dengan menggunakan blender. Sisihkan.
Siapkan tomato sauce dengan menumis bawang putih dan bawang Bombay hingga harum. Beri basil segar dan tomat ceri. Tumis hingga harum dan haluskan dengan menggunakan blender. Sisihkan.
Lumuri scallop dengan bumbu blacken hanya pada bagian atas dan bawahnya saja. Goreng hingga berwarna kecoklatan. Sisihkan.
Rebus air dengan anggur putih, fresh basil, bayleaf, bawang Bombay besar serta jeruk lemon. Setelah mendidih, masukkan salmon lalu rebus hingga meresap. Sisihkan.
Panggang lobster hingga rata matangnya dan berubah warna. Keluarkan isi lobster dari kulitnya perlahan-lahan sehingga masih terlihat teksturnya. Sisihkan.
Rebus baby zucchini, baby carrot dan asparagus dengan garam dan lada secukupnya hingga 3/4 matang. Tumis dengan olive oil dan butter hingga matang.

Penyajian:
Bentuk bulat lonjong masing-masing warna mashed potato lalu letakkan di 3 titik piring saji bentuk panjang.
Letakkan di atas masing-masing mashed potato, baby carrot, baby zucchini dan asparagus.
Beri scallop di atas mashed potato rasa asli, lobster di atas greenpeas mashed potato dan salmon di atas red mashed potato.
Tambahkan tomato sauce di atas scallop, hollandaise sauce di atas lobster dan blueberry sauce di atas salmon.
Siap disajikan.


J

DAFTAR RIWAYAT HIDUP (CV)

NAMA              : SIFA FAUZIAH
KELAS              : 3EA27
NPM                :16211755
TUGAS             : 4 ( Bulan Juni)


COVER LETTER & CURRICULUM VITAE
SIFA FAUZIAH
Jalan Baru
No. F62 RT002/09
Jatimakmur, Pondok Gede
Bekasi, 17413
087781242729

Bekasi, Februari 2013
Kepada Yth,
HRD
Di
Tempat

Perihal             : Lamaran Pekerjaan
Lampiran         : 7 Lembar

Dengan hormat,
dengan ini saya kirimkan surat lamaran dan daftar riwayat hidup, sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, saya sangat berharap dapat bergabung dengan perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin dan menempati posisi jabatan yang sesuai dengan kualiikasi pendidikan saya.

Saya Sifa Fauziah, saya muslim. Pendidikan formal terakhir saya adalah lulusan SMA Negeri 5 Bekasi, akan tetapi saat ini saya melanjutkan kuliah di Universitas Gunadarma kalimalang jurusan Ekonomi semester 4 (empat). Saya juga memiliki dedikasi, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.

Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, bersama ini saya lampirkan :
1.      Daftar riwayat hidup.
2.      Foto copy ijazah terakhir.
3.      Foto copy SKHUN.
4.      Foto copy SKCK.
5.      Foto copy KTP.
6.      Foto copy raport kelas 3 (ganjil-genap).
7.      Pas photo 4x6 (1 lembar).
Saya selalu terbuka untuk undangan wawancara, dimana Bapak/Ibu dapat mengetahui potensi diri saya lebih mendalam. Silahkan Bapak/Ibu menghubungi saya dengan nomor telepon “0877 8124 2729” , sesuai dengan waktu yang Bapak/Ibu kehendaki. Besar harapan saya permohonan ini dapat dikabulkan. Atas perhatian Bapak/Ibu saya sampaikan terima kasih.

Hormat saya,

Sifa Fauziah

DATA PRIBADI :

1.       Nama Lengkap                                  : Sifa Fauziah
2.       Tempat /Tanggal Lahir                   : Jakarta, 24 Desember 1994
3.       Alamat                                                  : Jalan Baru No. F62 RT 002/09 , Jatimakmur, Pondok Gede,
  Kota Bekasi,17413
4.       Nomor telepon                                 : 087781242729
5.       Email                                                     : syifa1424@yahoo.com
6.       Jenis Kelamin                                     : Perempuan
7.       Status                                                   : Belum Menikah
8.       Agama                                                  : Islam
9.       Kewarganegaraan                           : Indonesia
10.   Tinggi badan                                       : 163 cm
11.   Berat badan                                       : 54 kg


LATAR BELAKANG PENDIDIKAN :

1.       Sekolah Dasar 1999-2005                                              : SD Negeri Jatimakmur 3, Bekasi
2.       Sekolah Menengah Pertama 2005-2008                 : SMP Negeri 06, Bekasi
3.       Sekolah Menengah Atas               2008-2011                           : SMA Negeri 5, Bekasi
4.       2011-2013                                                                            : Universitas Gunadarma (masih aktif)

KETERAMPILAN :

1.       Komputer           : Dapat menggunakan program Microsoft office untuk administrasi, grafis, dan
  Accounting.
2.       Bahasa inggris    : Menggunakan Bahasa inggris secara verbal (pasif).

PENGALAMAN KERJA :

1.       Bekerja di PT. KALBE sebagai SPG.
2.       Bekerja di PT. NESTLE sebagai SPG.


Sabtu, 31 Mei 2014

KARANGAN ILMIAH

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2
NAMA  : SIFA FAUZIAH
NPM    :  16211755
KELAS  :3EA27
KARYA ILMIAH
            Pengertian Karya Ilmiah - Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajkan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan tertentu.
            Karya tulis ilmiah dapat didefinisikan juga sebagai laporan tertulis tentang (hasil) suatu kegiatan ilmiah. Definisi yang lebih kompleks dapat dikemukakan bahwa pengertian karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian, baik penelitian lapangan, tes laboratorium, ataupun kajian pustaka yang didasarkan pada pemikiran (metode) ilmiah yang logis dan empiris. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain.
Pengertian Karya Ilmiah Menurut Eko Susilo, M. 1995:11
Suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.
Menutut Jones ( 1960 ) karangan ilmiah dibagi menjadi dua,diantaranya ;
1.      Karangan ilmiah yang ditujukan kepada masyarakat tertentu ( profesional ) yang biasanya bersifat karya ilmia tinggi yang disebut dengan istilah karya ilmiah.
2.      Karangan ilmiah yng ditujukan kepada masyarakat umum yang disebut dengan istilah karangan ilmiah populer.
Tujuan karangan ilmiah;
1.      Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
2.      Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
3.      Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
4.      Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
5.      Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Karya tulis ilmiah dapat dipilah dalam dua kelompok yaitu:
a.      Karya tulis ilmiah yang merupakan laporan hasil pengkajian/penelitian
b.      Karya tulis ilmiah yang berupa tinjauan/ulasan/ gagasan ilmiah.
Meskipun keduanya berbeda, namun sebagai tulisan yang bersifat ilmiah terdapat beberapa ciri yang menunjukkan kesamaan antara lain:
1.         hal yang dipermasalahkan berada pada kawasan pengetahuan keilmuan
2.         kebenaran isinya mengacu kepada kebenaran ilmiah
3.         kerangka sajiannya mencerminan penerapan metode ilmiah
4.         tampilan fisiknya sesuai dengan tata cara penulisan karya
Jenis Karya Ilmiah
Karya tulis ilmiah dapat disajikan dalam bentuk laporan penelitian, artikel ilmiah di jurnal, artikel ilmiah popular di media massa, makalah seminar, buku, diktat, modul, maupun karya terjemahan. Dengan demikian terdapat banyak pilihan bagi guru dalam mengembangkan profesinya melalui karya tulis ilmiah.
1.         Makalah atau paper merupakan rumusan atau simpulan pemikiran sebagai hasil telaah atau pengkajian sederhana dari sebuah referensi bacaan, pemikiran tokoh, ilmuwan atau penulis sebelumnya. Karya ilmiah jenis ini biasa diberikan oleh dosen atau guru kepada mahasiswa atau siswanya. Tujuannya biasa untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam menuangkan gagasan ilmiahnya untuk mengasah kemampuan intelektualnya dalam menanggapi permasalahan yang berkembang. Makalah biasanya disajikan dalam forum seminar, lokakarya, workshop dan sejenisnya.
2.         Laporan praktikum biasanya merupakan laporan tertulis dari serangkaian kegiatan praktikum yang telah dilakukan oleh seorang atau sekelompok siswa. Dalam menuliskan laporan unsur kronologis menjadi sangat penting karena praktik kerja baik di lapangan maupun di laboratorium terdiri dari tahapan-tahapan yang sistematis yang harus dilaporkan secara sistematis juga. Dengan demikian penulisan laporan praktikum dituntut untuk menyampaikan sebuah kegiatan secara sistematis, runtut dan terperinci.
3.         Artikel merupakan gagasan tertulis dari penulis tentang suatu permasalahan yang didasarkan pada kajian pustaka atau hasil penelitian. Artikel merupakan diseminasi pemikiran dari ahli atau seseorang yang secara intens mengamati permasalahan tertentu (pengamat). Artikel hampir mirip dengan makalah, yang membedakan adalah ruang publikasinya. Apabila makalah disampaikan dalam forum seminar atau workshop, artikel dipublikasikan di media massa baik jurnal ilmiah atau media massa (koran atau majalah, yang biasa disebut artikel ilmiah populer). Artikel dapat ditulis dalam berbagai bentuk yaitu opini, essay atau feature. Opini merupakan gagasan pribadi penulis, sedangkan essay merupakan karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang penulisnya (Kamus Besar Bagasa Indonesia, 2005: 308). Sedangkan feature merupakan bentuk penulisan artikel yang berupa berita.
4.         Tugas akhir baik skripsi (tingkat S1), thesis (S2) atau disertasi (S3) merupakan karya ilmiah yang ditujukan untuk mengakhiri studi di perguruan tinggi. Tugas akhir biasanya berupa hasil penelitian dari bidang tertentu (sesuai jurusan atau program studi yang diambil) yang kemudian diujikan secara lisan untuk memperoleh derajat kelulusan dan kelayakan karya tersebut.
Pernyataan ilmiah yang harus kita gunakan dalam tulisan harus mencakup beberapa hal, yaitu :
1.      Harus dapat kita identifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut.
2.    Harus dapat kita identifikasikan media komunikasi ilmiah di mana pernyataan             disampaikan apakah dalam makalah, buku, seminar, lokakarya dan          sebagainya.
3.    Harus dapat diindentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah      tersebut beserta tempat domisili dan waktu penerbitan itu dilakukan.
N     Penyusunan Karya Ilmiah menurut para ahli
1.      Azwardi, 2008 : 111
            Istilah karya ilmiah disini adalah mengacu kepada karya tulis yang menyusun dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Di lihat dari panjang pendeknya atau kedalaman uraiaan, karya tulis ilmiah dibedakan atas makalah (paper) dan laporan penelitian. Dalam penulisan, baik makalah maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan dan penyajian karya semacam itu didahului oleh studi pustaka dan studi lapangan.
2.      Finoza dalam Alamsyah (2008 : 98)
            Klasifikasikan karangan menurut bobot isinya atas 3 jenis, yaitu (1) karangan Ilmiah, (2) karangan semi ilmiah atau ilmiah populer, dan (3) karangan non ilmiah. Yang tergolong ke dalam karangan ilmiah antara lain makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi ilmiah antara lain adalah artikel, editorial, opini, feuture, reportase; yang tergolong dalam karangan non ilmiah antara lain anekdot, opini, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama.
N     Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
A.     Bagian Pembuka
•           Cover
•           Halaman judul.
•           Halaman pengesahan.
•           Abstraksi
•           Kata pengantar.
•           Daftar isi.
•           Ringkasan isi.                 
B.      Bagian Isi
BAB I. Pendahuluan
•           Latar belakang masalah.
•           Perumusan masalah.
•           Pembahasan/pembatasan masalah.
•           Tujuan penelitian.
•           Manfaat penelitian.
BAB II. Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
•           Pembahasan teori
•           Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
•           Pengajuan hipotesis                
BAB III. Metodologi penelitian
•           Waktu dan tempat penelitian.
•           Metode dan rancangan penelitian
•           Populasi dan sampel.
•           Instrumen penelitian.
•           Pengumpulan data dan analisis data.
BAB IV. Hasil Penelitian
•           Jabaran varibel penelitian.
•           Hasil penelitian.
•           Pengajuan hipotesis.
•           Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang   didapatnya.
C.      Bagian penunjang
•           Daftar pustaka.
•           Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
•           Daftar Tabel          
N     Manfaat Karya Ilmiah
            Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut :
•           Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
•           Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
•           Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
•           Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
•           Memperoleh kepuasan intelektual;
•           Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
•           Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
SUMBER :

Senin, 21 April 2014

METODE ILMIAH



Nama   : Sifa Fauziah
Kelas   : 3ea27
NPM    : 16211755
Tugas : ke 2 bulan April

Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukaneksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Penelitian ilmiah berfokus pada metode yang kokoh untuk mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan yang valid. Penelitian ilmiah bersifat lebih obyektif karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman dan intuisi peneliti semata yang bersifat subyektif. Penelitian iliah melibatkan theory construction dan theory verification. Konstruksi teori yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu hipotesis yang relevan dengan struktur teorinya. Selanjutnya dengan menggunakan fakta, maka hipotesis tersebut diuji secara empiris.

Unsur Metode Ilmiah
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
1.            Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
2.            Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
3.            Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
4.            Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

Karakterisasi
                Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan-pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel. Digambarkan dalam bentuk grafik atau dipetakan dan diproses dengan penghitungan statistika seperti korelasi dan regresi.

Umumnya terdapat empat karakteristik penelitian ilmiah :

1.    Sistematik
     Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
2.    Logis
     Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bias dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus), atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
3.    Empirik
      Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan empirik ada tiga yaitu :
a. Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu           sama lain).
b. Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
c. Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan,melainkan ada penyebabnya.
4.    Replikatif
     Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.


Langkah-Langkah metode ilmiah
Langkah-langkah yang terdapat pada metode ilmiah antara lain:
1.            Memilih dan mendefinisikan masalah
2.            Survey terhadap data yang tersedia
3.            Memformulasikan hipotesa
4.            Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji    hipotesa
5.            Mengumpulkan data primer
6.            Mengolah, menganalisa serta membuat interpretasi
7.            Membuat generalisasi dan kesimpulan
8.            Membuat laporan

Pelaksanaan metode ini meliputi enam tahap, yaitu :
1. Merumuskan masalah.
2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah.  
3. Menyusun hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara yang berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka.
4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.
5.Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistic untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidk dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal.
6. Menguji kesimpulan untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan dan perlu juga dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji mendukung hipotesis, maka hipotesis itu bias menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.

Sikap ilmiah

Salah satu aspek tujuan dalam mempelajari ilmu alamiah adalah pembentukan sikap ilmiah. Sikap ilmiah tersebut di antaranya adalah :
1. Jujur
2. Terbuka
3. Toleransi
4. Skeptis
5. Optimis
6. Pemberani
7. Kreatif




Langkah-langkah operasional metode ilmiah

Salah satu syarat ilmu pengetahuan ialah materi pengetahuan itu harus diperoleh melalui metode ilmiah. Metode ilmiah tentu harus menjamin akan menghasilkan pengetahuan yang ilmiah, yaitu yang bercirikan objektifitas, konsisten dan sistematik.
Langkah-lagkah operasional metode ilmiah adalah sebagai berikut :
a. Perumusan masalah
b. Penyusunan hipotesis
c. Pengujian hipotesis
d. Penarikan kesimpulan
Kesimpulan
Metode ilmiah merupakan bagian yang paling penting dalam mempelajari ilmu alamiah. Langkah-langkah dalam menerapkan metode ilmiah sebagai berikut :

a.       Menentukan dan memberikan batasan kepada masalah.
Masalah yang dihadapi atau ditemukan dengan kontak fakta dan gejala alam dengan pasti. Disusun suatu rumusan yang tepat.

b.      Menentukan hipotesis atau rumusan pemecahan masalah yang bersifat sementara.
Ada dua pendekatan untuk memperoleh hipotesis atau dugaan, yaitu rumusan atau persyaratan untuk memecahkan masalah. Pendekatan pertama disebut pendekatan induksi, diawali dengan pengumpulan data dan observasi, kemudian menggunakan data itu sebagai dasar perumusan hipotesis. Kedua pendekatan itu masing-masing mempunyai kesempurnaan yang sama.

c.       Menguji dan mengadakan verifikasi kesimpulan.
Di dalam ilmu alamiah kesimpulan bersifat sementara, kesimpulan adalah suatu yang harus diuji. Pengujian-pengujian seperti itu memerlukan data tambahan dengan demikian generalisasi baru akan diperoleh secara terus menerus akan sehingga akan diperoleh kemajuan.
Ditinjau dari sejarah berfikir manusia pada dasarnya terdapat dua cara pokok untuk memperoleh pengetahuan yang benar, yaitu :

a. Cara yang didasarkan pada rasio, faham yang dikembangkan dikenal dengan rasionalisme.
b. Cara yang didasarkan pada pengalaman, faham yang dikembangkan disebut empirisme

Rasionalisme : dalam menyusun pengetahuannya, kaum  rasionalis mempergunakan metode deduktif dasar pikiran yang digunakan dalam penalarannya diperoleh dari ide yang menurut anggapannya sudah jelas, tegas dan pasti dalam fikiran manusia. Menurut mereka pikiran manusia hanyalah mengenali ide/prinsip tersebut kemudian menjadi pengetahuannya.

Empiris : kaum empiris berpegang pada prinsip keserupaan pada dasarnya alam adalah teratur. Kaum empirisme berpendapat bahwa pengetahuan manusia tidak diperoleh lewat penalaran yang abstrak tetapi lewat pengalaman yang kongkrit. Menurut pemahaman mereka, gejala-gejala alam bersifat kongkrit dan dapat dinyatakan lewat tangkapan panca indera.
Kaum empiris sendiri tidak dapat memberikan jawaban yang meyakinkan tentang hakikat pengalaman ini, apakah merupakan stimulus panca indera, persepsi, ataukah esensasi.mereka menganggap dunia fisik adalah dunia nyata, karena merupakan gejala yang diperoleh dengan panca indera. Untuk menangkap gejala fisik yang nyata? Semua telah mengetahui bahwa kemampuan panca indera sangat terbatas dan tidak sempurna. Segala sesuatu yang dilaporkan dari hasil kerja panca indera ini tidak selalu benar.

Sikap alamiah
Orang yang berkecimpung dalam ilmu alamiah akan terbentuk sikap ilmiah yang antara lain ialah :
1.      Jujur
2.      Terbuka
3.      Toleransi
4.      Skeptis
5.      Optimis
6.      Pemberani
7.      Kreatif

Langkah operasional-operasional metode ilmiah.
Langkah-langkah operasional metode ilmiah adalah sebagai berikut :
a. Perumusan masalah, yang dimaksud dengan masalah di sini adalah pernyataan apa, mengapa, ataupun bagaimana tentang objek yang diteliti.

b. Penyusunan hipotesis; yang dimaksud dengan hipotesis adalah suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, hipotesis merupakan dugaan yang tentu saja didukung oleh pengetahuan yang ada.

c. Pengujian hipotesis; yaitu berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.

d. Penarikan kesimpulan; penarikan kesimpulan ini didasarkan atas penilaian- penilaian analisis dari fakta (data) untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan telah disetujui atau tidak.
Hipotesis  dapat diterima bila fakta yang terkumpul itu  mendukung pernyataan hipotesis. Bila fakta tidak mendukung maka hipotesis itu ditolak.
Keseluruhan langkah tersebut harus ditempuh melalui urutan yang teratur, langkah yang satu merupakan landasan bagi langkah berikutnya. Dari keterangan-keteranagan tersebut dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis, berlaku umum dan kebenarannya telah teruji secara empiris.

Langkah Pelaksanaan Penulisan Ilmiah

Bentuk laporan penulisan PI, terdiri dari :
1. Bagian Awal

Bagian Awal ini terdiri dari:
1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. Lembar Pengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya
2. Bagian Tengah.
1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori
3. Metode Penelitian
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran
3. Bagian Akhir.
3.Bagian akhir terdiri dari:
            1. Daftar Pustaka
            2. Lampiran

Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Skripsi dapat dilihat sebagai berikut :
A. Bagian Awal.
      Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi    yakni sebagai berikut :
1. Halaman Judul
      Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar sesuai universitas masing – masing mahasiswa.
2. Lembar Pernyataan
      Merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
3. Lembar Pengesahan
      Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.
4. Abstraksi
      Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.
5. Kata Pengantar
       Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).
6. Halaman Daftar Isi
       Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan nomor urut halaman.
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram
B. Bagian Tengah.
1. Pendahuluan
       Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
a. Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.

b. Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.

c. Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana 
yang tidak.

d. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.

e. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.

Jenis-Jenis Metode Penelitian :
a. Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku atau jurnal.
b. Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
c. Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.

f. Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Ilmiah

2. Landasan Teori
            Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.

3. Metode Penelitian
            Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.

4. Analisis Data dan Pembahasan
            Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.

5. Kesimpulan (dan Saran)
            Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.

- Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

C. BAGIAN AKHIR
- Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan
- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.
Referensi :